Pemanfaatan pekarangan

Kehidupan di desa jauh berbeda dengan di kota. Tetapi suatu masa dengan perkembangan jaman akan menjadi seperti kota, terutama jumlah penduduknya yang semakin padat. Sejalan dengan hal tersebut maka tersedianya tanah akan semakin sempit. Sekarang sajadi desa Tubanan sudah berkurang berapa ratus hektar yang digunakan untuk proyek listrik Negara (PLTU Tanjung Jati B). Dari sisi pandang inilah beberapa ide muncul untuk berinovasi untuk bagaimana bisa mengoptimalkan pemanfaatan lahan sempit, terutama pekarangan di sekitar rumah. Banyak pilihan yang bisa di ambil salah satunya yang dilakukan warga desa Tubanan adalah system pertanian Vertikultura. System ini mampu mengoptimalkan lahan 20 kali lipat terhadap tanah yang ada.

Berawal dari kelompok kecil yang iseng iseng menyisihkan dana untuk membuat media paralon, kemudian dikelola sampai menjadi baik.

Ternyata hal ini sudah mulai dilirik dari beberapa pihak. Pertama adalah PLTU Tanjung Jati B (PT. Central Java Power dan PT. PLN (Persero)  yang beberapa tahun lalu menggelontorkan dana CSR nya untuk mengembangkan Pertanian vertikultur ini.

Dan akhir-akhir ini dari pentolan-pentolan UNDIP Semarang sudah datang melihat langsung di lapangan dan melakukan pembicaraan lansung dengan Petinggi Tubanan untuk bisa lebih mengoptimalkan program pemanfaatan pekarangan di desa Tubanan.

Beberapa mahasiswa dari UNDIP semarang (Fakultas Pertanian) juga datang untuk melakukan sharing tentang pertanian organik dan pemanfaatan lahan.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan